Teaching factory adalah model pembelajaran berbasis produk (barang/jasa) melalui sinergi sekolah dengan industri untuk menghasilkan lulusan yang kompeten sesuai dengan kebutuhan industri. Model pembelajaran tersebut bertujuan untuk meningkatkan keselarasan proses pengantaran pengembangan keterampilan (skills), pengetahuan (knowledge) dan sikap (attitude) melalui penyelarasan tematik pada mata pelajaran normatif, adaptif dan produktif.

Landasan hukum penerapan model pembelajaran teaching factory adalah:

Bapak Drs. Waluyo, Pengawas SMK Kota Depok
Bapak Drs. Waluyo menyampaikan ada 3 Model pembelajaran teaching factory mempunyai 3 (tiga) komponen, yaitu: (i) produk sebagai media pengantar kompetensi, (ii) Job sheet yang memuat urutan kerja dan penilaian sesuai dengan prosedur kerja standar industry serta (iii) pengaturan jadwal belajar yang memungkinkan terjadinya pengantaran softskill dan hardskill ke peserta didik dengan optimal. Setiap kompetensi keahlian di SMK dapat menerapkan teaching factory melalui 3 komponen tersebut sesuai dengan karakteristik dan kompleksitas masing-masing.
Melalui penerapan model pembelajaran teaching factory, akan diperoleh manfaat sebagai berikut:
Penerapan teaching factory dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu tahap persiapan, implementasi dan evaluasi.
Tahap persiapan, kegiatan yang dilakukan antara lain:
Tahap implementasi, kegiatan yang dilakukan antara lain:
Tahap evaluasi, dilakukan:
Implementasi model pembelajaran teaching factory melibatkan seluruh pemangku kepentingan di sekolah. Penanggung jawab kegiatan adalah Kepala Sekolah, didukung oleh tim pelaksana teaching factory, yang terdiri dari Wakil Kepala Sekolah (Waka) Kurikulum; Waka Kesiswaan; Ketua Kompetensi Keahlian (Bisnis dan Pemasaran, Perbankan Syariah, Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran); serta tenaga pendidik.
Implementasi Teaching Factory SMK Lingga Kencana dilakukan melalui pengadaan Bisnis Center Like Mart dengan membuat lokasi toko dan membuat list pengadaan barang-barang yang dibutuhkan di minimarket, seperti produk food dan nonfood.
Proses pembelajaran Teaching Factory oleh SMK Lingga Kencana, bekerja sama pihak 212 Mart. sehingga barang, dan alat-alat kebutuhan Like Mart dipesan dari 212 Mart. Sebagai bentuk implementasi program tersebut, program keahlian Bisnis dan Pemasaran membuka Teaching Factory Retail yang bertempat di samping gerbang sekolah SMK Lingga Kencana.

Penulis : Nuraini, S.E
Tinggalkan Komentar