Info Sekolah
Jumat, 12 Jun 2026
  • Selamat datang di Website Resmi SMK Lingga Kencana
  • Selamat datang di Website Resmi SMK Lingga Kencana
16 Oktober 2019

Teaching Factory SMK Lingga Kencana

Rab, 16 Oktober 2019 Dibaca 1x Pendidikan

Teaching factory adalah model pembelajaran berbasis produk (barang/jasa) melalui sinergi sekolah dengan industri untuk menghasilkan lulusan yang kompeten sesuai dengan kebutuhan industri. Model pembelajaran tersebut bertujuan untuk meningkatkan keselarasan proses pengantaran pengembangan keterampilan (skills), pengetahuan (knowledge) dan sikap (attitude) melalui penyelarasan tematik pada mata pelajaran normatif, adaptif dan produktif.

Landasan hukum penerapan model pembelajaran teaching factory adalah:

  1. Undang-Undang N 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia No. 4301);
  2. Peraturan Pemerintah N 41 Tahun 2015 tentang Pembangunan Sumber Daya Industri;
  3. Peraturan Pemerintah N 32 Tahun 2013 tentang  Perubahan Atas PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 No. 71, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia No. 5410);
  4. Peraturan Presiden N 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, khususnya yang terkait dengan pendidikan menengah kejuruan;
  5. Instruksi Presiden N 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan dalam rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia Indonesia;
  6. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan N 103 Tahun 2014 tentang Pedoman Pelaksanaan Pembelajaran.

Bapak Drs. Waluyo, Pengawas SMK Kota Depok

Bapak Drs. Waluyo menyampaikan ada 3 Model pembelajaran teaching factory mempunyai 3 (tiga) komponen, yaitu: (i) produk sebagai media pengantar kompetensi, (ii) Job sheet yang memuat urutan kerja dan penilaian sesuai dengan prosedur kerja standar industry serta (iii) pengaturan jadwal belajar yang memungkinkan terjadinya pengantaran softskill dan hardskill ke peserta didik dengan optimal. Setiap kompetensi keahlian di SMK dapat menerapkan teaching factory melalui 3 komponen tersebut sesuai dengan karakteristik dan kompleksitas masing-masing.

Melalui penerapan model pembelajaran teaching factory, akan diperoleh manfaat sebagai berikut:

  1. Meningkatnya efisiensi dan efektivitas pengantaran soft skills dan hard skills kepada peserta
  2. Meningkatnya kolaborasi dengan dunia usaha/dunia industri melalui penyelarasan kurikulum, penyediaan instruktur, alih pengetahuan/teknologi, pengenalan standar dan budaya
  3. Meningkatnya kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan melalui interaksi dengan dunia usaha/dunia
  4. Terjadinya perubahan paradigma pembelajaran dan budaya kerja di institusi pendidikan dan pelatihan kejuruhan

Penerapan teaching factory dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu tahap persiapan, implementasi dan evaluasi.

Tahap persiapan, kegiatan yang dilakukan antara lain:

  • Pembentukan tim pelaksana teaching factory SMK Lingga Kencana
  • Sosialisasi, dilakukan kepada semua guru, karyawan, beserta siswa SMK Lingga Kencana yang telah dilaksanakan tanggal 29 Agustus 2019
  • Penyusunan rencana dan ruang lingkup kegiatan teaching factory SMK Lingga Kencana telah dilaksanakan pada tanggal 30 Agustus 2019
  • Penyusunan dan pengesahan dokumen perangkat pembelajaran, termasuk komponen utama teaching factory yang terdiri dari: produk, jadwal blok, dan job sheet.
Rapat Sosialisasi Pembelajaran Teaching Factory kepada Guru dan Staff SMK Lingga Kencana
Penyusunan Rencana Pembelajaran bersama pihak DU/DI

Tahap implementasi, kegiatan yang dilakukan antara lain:

  • Penerapan model pembelajaran teaching factory.
  • Pendampingan dan penguatan pemahaman pemangku kepentingan (stakeholder).
  • Monitoring dan pengendalian kegiatan.

Tahap evaluasi, dilakukan:

  • Evaluasi penerapan teaching factory;
  • Penyusunan laporan hasil evaluasi serta rekomendasi untuk penguatan dan perbaikan selanjutn

Implementasi model pembelajaran teaching factory melibatkan seluruh pemangku kepentingan di sekolah. Penanggung jawab kegiatan adalah Kepala Sekolah, didukung oleh tim pelaksana teaching factory, yang terdiri dari Wakil Kepala Sekolah (Waka) Kurikulum; Waka Kesiswaan; Ketua Kompetensi Keahlian (Bisnis dan Pemasaran, Perbankan Syariah, Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran); serta tenaga pendidik.

Implementasi Teaching Factory SMK Lingga Kencana dilakukan melalui pengadaan Bisnis Center Like Mart dengan membuat lokasi toko dan membuat list pengadaan barang-barang yang dibutuhkan di minimarket, seperti produk food dan nonfood.

Proses pembelajaran Teaching Factory oleh SMK Lingga Kencana, bekerja sama pihak 212 Mart. sehingga barang, dan alat-alat kebutuhan Like Mart dipesan dari 212 Mart. Sebagai bentuk implementasi program tersebut, program keahlian Bisnis dan Pemasaran membuka Teaching Factory Retail yang bertempat di samping gerbang sekolah SMK Lingga Kencana.

Penulis : Nuraini, S.E

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Agenda

17
Agu 2019
waktu : 07:00
Agenda telah lewat
11
Agu 2019
waktu :
Agenda telah lewat
15
Jul 2019
waktu : 07:00
Agenda telah lewat

Pengumuman

Terbit : Juli 18, 2019
Jadwal KBM Baru
Untuk sementara, jadwal masih yang lama, jadwal baru akan berlaku hari Senin.

Info Sekolah

SMK LINGGA KENCANA

NPSN 20229215
Jl. Raya Sawangan No. 47, Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat
TELEPON (021) 77885137
EMAIL linggakencanasmk@yahoo.co.id
WHATSAPP 62

Agenda

17
Agu 2019
waktu : 07:00
Agenda telah lewat
11
Agu 2019
waktu :
Agenda telah lewat
15
Jul 2019
waktu : 07:00
Agenda telah lewat